RINGKASAN BERAT BADAN LAHIR RENDAH
D
I
S
U
S
U
N
OLEH:
VEBIOLA E MANURUNG
STIKes SANTA ELISABETH MEDAN
T.A 2020/2021
Pengertian, Dampak dan Faktor Yang Mempengaruhi Berat Badan Lahir Rendah
Berat Badan lahir Rendah (BBLR) adalah bayi dengan berat lahir kurang dari 2500 gram. Menurut WHO (2003), BBLR dibagi menjadi tiga group yaitu prematuritas, intra uterine growth restriction (IUGR) dan karena keduanya. BBLR sering digunakan sebagai indikator dari IUGR di negara berkembang karena tidak tersedianya penilaian usia kehamilan yang valid. BBLR ini berbeda dengan prematur karena BBLR diukur dari berat atau massa, sedangkan prematur diukur dari umur bayi dalam kandungan. BBLR belum tentu prematur,, sementara prematur juga belum tentu BBLR kalau berat lahirnya diatas 2500 gram. Namun di banyak kasus kedua kondisi ini muncul bersamaan karena penyebabnya saling berhubungan.
Berdasarkan ACC/SCN (2000) prematur adalah bayi yang lahir dengan usia kehamilan kurang dari 37 minggu. Kebanyakan bayi prematur memiliki berat kurang dari 2500 gram. Sedangkan pengertian IUGR atau pertumbuhan janin terhambat, merupakan bagian dari BBLR yang sangat penting bagi negara-negara berkembang. IUGR atau pertumbuhan janin terhambat, merupakan suatu kondisi dimana pertumbuhan janin telah dibatasi. Lingkungan gizi yang tidak memadai dalam rahim dapat menjadi salah satu penyebab terbatasnya pertumbuhan janin. IUGR biasanya dinilai secara klinis ketika janin lahir dengan mengkaitkan ukuran bayi yang baru lahir ke durasi kehamilan menggunakan persentil 10th dari acuan populasi. Ukuran kecil untuk usia kehamilan atau ketidakmampuan janin untuk mencapai potensi pertumbuhannya menunjukkan IUGR. Bayi dengan IUGR didiagnosis mungkin BBLR usia kehamilan aterm (> 37 minggu kehamilan dan <2500 gr); prematur (<37 minggu kehamilan dan berat kurang dari persentil 10th) , atau IUGR pada usia kehamila >37 minggu dan berat kurang dari persentil 10th dengan berat lahir >2500 gr.
1.Berat Badan Lahir Rendah
Berat badan lahir merupakan indikator penting kesehatan bayi, faktor determinan kelangsungan hidup dan faktor untuk pertumbuhan fisik dan mental bayi di masa yang akan datang.
Menurut UNICEF and WHO (2004), penurunan kejadian BBLR merupakan salah satu kontribusi penting dalam Millennium Development Goal (MDGs) untuk menurunkan kematian anak. Pencapaian tujuan dari MDGs dicapai dengan memastikan kesehatan anak pada awal kehidupannya dan BBLR merupakan salah satu indikator untuk menilai kemajuan dari tujuan MDGs ini. Namun, berat badan lahir masih merupakan masalah kesehatan di negara-negara berkembang, dengan perkiraan masih terdapat lebih dari 95% BBLR terjadi di negara berkembang. Menurut data WHO, berdasarkan total kelahiran di dunia, terdapat 15,5% kelahiran dengan BBLR. Kelahiran dengan BBLR dua kali lebih banyak di negara berkembang dibandingkan dengan negara maju, dengan sebanyak 72% terjadi di Asia. Sementara di Asia Selatan diperkirakan setiap tahunnya terjadi BBLR pada 15-30 juta bayi (lebih dari 20 %).
2. Dampak dan faktor yang mempengaruhi terjadinya BBLR
Penyebab dan dampak BBLR sangat kompleks. Nutrisi yang jelek dimulai dari pertumbuhan janin dalam rahim akan mempengaruhi seluruh siklus kehidupan. Hal ini memperkuat risiko terhadap kesehatan individu dan meningkatkan kemungkinan kerusakan untuk generasi masa depan. Gizi buruk, yang terlihat dengan rendahnya tinggi badan ibu (stunting), dan berat badan di bawah normal sebelum hamil dan kenaikan berat badan selama hamil merupakan salah satu dari prediktor terkuat persalinan dengan BBLR. Secara ilmiah intervensi nutrisi seperti suplemen makanan selama kehamilan pada remaja, wanita usia subur dan selama hamil terbukti efektif dalam mencegah BBLR (ACC/SCN, 2000).
Menurut WHO (2006), perkembangan janin yang tidak optimal dapat disebabkan oleh beberapa faktor potensial yang terbagi dalam beberapa kategori yaitu faktor genetik meliputi ras/etnik, haemoglobinopathies, gangguan kelainan genetik lainnya dan thrifty genes hypothesis. Karakteristik ibu terdiri dari tinggi badan, umur, paritas, jarak, ukuran uterus dan partner baru. Paritas ibu ~ 5 akan meningkatkan risiko untuk terjadinya BBLR dan IUGR sebesar 5,88 kali dan 4,88 kali. Jarak kelahiran yang terlalu dekat kurang dari 18 bulan dan lebih dari 59 bulan mempunyai hubungan yang signifikan dalam meningkatkan risiko yang merugikan terhadap luaran. Sementara faktor nutrisi yang berpengaruh, terdiri dari keseimbangan energi, komposisi tubuh, kenaikan berat badan, anemia, antioksidan, pola dan pemberian asam amino, diet lipids, dan hypertropi plasenta.
Menurut Rao et al. (2007), rendahnya asupan kalori pada trimester III dan berat badan ibu sangat erat kaitannya dengan berat bayi lahir. Kenaikan berat badan ibu selama hamil pada status gizi normal dan kurang akan meningkatkan risiko berat bayi lahir ~ 4000 gram apabila kenaikan berat badan berada di atas yang direkomendasikan. Terbalik apabila kenaikan berat badan berada di bawah yang direkomendasikan maka akan meningkatkan risiko untuk berat bayi lahir di bawah 3000 gram.
Sementara faktor penyakit mempunyai pengaruh potensial terhadap perkembangan janin, antara lain meliputi penyakit infeksi (infeksi vagina, HIV/AIDS, malaria, tuberculosis, rubella, syphilis), peradangan, infeksi saluran kencing, endometriosis, diabetes, metabolic syndrome, polycystic ovary syndrome dan morning sickness. Faktor komplikasi dalam kehamilan seperti hipertensi, ketidakseimbangan gula darah, depresi, hyperemesis, perdarahan, plasenta pre via dan pengobatan corticosteroid. Faktor gaya hidup ibu terdiri dari stres, merokok/konsumsi alkohol/obat terlarang, single parent, aktivitas fisik/beban kerja, durasi tidur/istirahat, jumlah pasangan dan berhubungan pada akhir kehamilan. Sedangkan berdasarkan faktor lingkungan, beberapa aspek yang mempengaruhi perkembangan jamin antara lain ukuran keluarga, terjadinya paparan polusi, pekerjaan yang mengandung bahaya, faktor air minum, dukungan sosial, aspek pendidikan, juga akses terhadap sarana kesehatan. Berdasarkan katagori, faktor determinan dari berat badan lahir antara lain faktor genetik, karakteristik ibu, nutrisi, penyakit yang diderita oleh ibu, komplikasi kehamilan, gaya hidup ibu hamil dan lingkungan. (WHO, 2006).
Sementara menurut WHO (2003), pada negara-negara berkembang, penyebab utama terjadinya IUGR antara lain faktor kemiskinan, keterbatasan akses pada air bersih dan penyakit infeksi. Kenaikan berat badan ibu yang rendah selama kehamilan juga memberikan peran yang sangat penting terhadap berat badan lahir. Penyakit hipertensi, malaria, HIV, kehamilan remaja akan memberikan kontribusi terhadap gangguan pertumbuhan janin. Terdapat peningkatan bukti bahwa aktifitas fisik selama kehamilan di negara berkembang menunjukkan prevalensi yang tinggi dan ini mungkin dapat menyebabkan terjadinya IUGR.
Ada beberapa faktor yang menyebabkan bayi berat lahir rendah, diantaranya faktor dari ibu hamil, seperti di bawah ini :
Gizi yang kurang saat hamil
Kekurangan gizi selama hamil akan berakibat buruk terhadap janin. Penentuan status gizi yang baik yaitu dengan mengukur berat badan ibu sebelum hamil dan kenaikkan berat badan selama hamil. Kekurangan gizi pada ibu hamil dapat mempengaruhi proses pertumbuhan janin, menimbulkan keguguran, bayi lahir mati, cacat bawaan, dan anemia pada bayi. Intrapartum (mati dalam kandungan) lahir dengan berat badan rendah (BBLR).
Pertambahan berat badan selama kehamilan rata-rata 0,3-0,5 kg/minggu. Bila dikaitkan dengan usia kehamilan, kenaikan berat badan selama hamil muda 5 kg, selanjutnya tiap trimester (II dan III) masing-masing bertambah 5 kg. Pada akhir kehamilan, pertambahan berat badan total adalah 9-12 kg. Bila terdapat kenaikan berat badan yang berlebihan, perlu dipikirkan adanya resiko bengkak, kehamilan kembar, hidroamnion, atau anak besar. Indikator lain untuk mengetahui status gizi ibu hamil adalah dengan mengukur LILA (Lingkar Lengan Atas). LILA kurang dari 23,5 cm merupakan indikator kuat untuk status gizi yang kurang. Ibu beresiko untuk melahirkan anak dengan Berat Badan Lahir Rendah (BBLR).
Umur
Berat badan lahir rendah juga ada hubungannya dengan usia ibu hamil. Persentase tertinggi bayi dengan berat badan lahir rendah terdapat pada kelompok remaja dan wanita berusia lebih dari 40 tahun. Ibu-ibu yang terlalu muda seringkali secara emosional dan fisik belum matang, serta ibu yang masih muda masih tergantung pada orang lain. Kelahiran bayi BBLR lebih tinggi pada ibu-ibu muda berusia kurang dari 20 tahun karena mereka belum memiliki sistem transfer plasenta seefisien wanita dewasa. Pada ibu dengan usia lebih dari 40 tahun meskipun mereka telah berpengalaman, tetapi kondisi badannya serta kesehatannya sudah mulai menurun sehingga dapat mempengaruhi perkembangan janin dalam rahim dan dapat menyebabkan kelahiran BBLR.
Jarak hamil dan bersalin terlalu dekat
Jarak kehamilan kurang dari 2 tahun dapat menimbulkan pertumbuhan janin kurang baik, persalinan lama dan perdarahan pada saat persalinan karena keadaan rahim belum pulih dengan baik. Ibu yang melahirkan anak dengan jarak yang sangat berdekatan (di bawah dua tahun) akan mengalami peningkatan resiko terhadap terjadinya perdarahan pada trimester III, termasuk karena alasan plasentaprevia, anemia dan ketuban pecah dini serta dapat melahirkan bayi dengan berat lahir rendah.
Paritas ibu
Anak lebih dari 4 dapat menimbulkan gangguan pertumbuhan janin sehingga melahirkan bayi dengan berat lahir rendah dan perdarahan saat persalinan karena keadaan rahim biasanya sudah lemah.
Asma bronkiale
Pengaruh asma pada ibu dan janin sangat tergantung dari sering dan beratnya serangan, karena ibu dan janin akan kekurangan oksigen (O2) atau hipoksia. Keadaan hipoksia bila tidak segera diatasi tentu akan berpengaruh pada janin, dan sering terjadi keguguran, persalinan prematur atau berat janin tidak sesuai dengan usia kehamilan (gangguan pertumbuhan janin).
Infeksi saluran kemih dengan bakteriuria
Dari hasil penelitian menjelaskan bahwa adanya hubungan kejadian bakteriuria dengan peningkatan kejadian anemia dalam kehamilan, persalinan prematur, gangguan pertumbuhan janin, dan preeklampsia.
Hipertensi
Penyakit hipertensi dalam kehamilan merupakan kelainan vaskuler yang terjadi sebelum kehamilan atau timbul dalam kehamilan atau pada permulaan persalinan, hipertensi dalam kehamilan menjadi penyebab penting dari kelahiran mati dan kematian neonatal. Ibu dengan hipertensi akan menyebabkan terjadinya hipoksia sehingga pertumbuhan janin terhambat dan sering terjadi kelahiran prematur. Hipertensi pada ibu hamil merupakan gejala dini dari preeklamsi, eklampsi dan penyebab gangguan pertumbuhan janin sehingga menghasilkan berat badan lahir rendah.
Gaya hidup
Konsumsi obat-obatan dan penggunaan alkohol selama masa hamil telah mengakibatkan makin tingginya insiden keguguran, kelahiran prematur, retardasi mental dan BBLR.
Refference, antara lain :
UNICEF & WHO. 2004. Low birthweight country, regional and global estimation; WHO. 2003. Technical consultation towards the development of a strategy for promoting optimal fetal development; ACC/SCN. 2000. Low Birthweight: Report of a Meeting in Dhaka, Bangladesh on 14-17 June 1999; Rao, B.T. et al. 2007. Dietary intake in third trimester of pregnancy and prevalence of LBW

Komentar
Posting Komentar